Tanggapan Balik dari Puskesmas Umalulu terkait kematian MIRA DARA HAE, A.Md.Kep dan bayinya

Sumba Pembaharuan   |   Hukum  |   Jumat, 09 Februari 2018 - 11:57:15 WIB   |  dibaca: 16226 kali
Tanggapan Balik dari Puskesmas Umalulu terkait kematian MIRA DARA HAE, A.Md.Kep dan bayinya

Suasana Audit Puskesmas Umalulu oleh Tim Dinkes Sumba Timur

Setelah pemuatan informasi dari masyarakat terkait lambatnya penanganan dari team medis PUSKESMAS UMALULU dengan judul "DUA KORBAN SEKALIGUS, DAN MUNGKIN MASIH BAYAK KORBAN LAINNYA.., KALAU SAJA PEMERINTAH TETAP MENGANGGAP REMEH TERKAIT NILAI/ NYAWA SESEORANG.....", yang dimuat di beberapa media sosial, mendapat tanggapan serius dari pihak Diskes Kab. Sumba Timur dengan mengirim team audit ke Puskesmas Umalulu, dengan dipimpin oleh Kabid Kesehatan Masyarakat, I Gede Suteja, dan dalam suasana audit tersebut Kapus Umalulu Yunus Tola Mase, S.KM mengundang kami sebagai penulis dari Media Sumba Pembaharuan agar mengkonfirmasi langsung langkah-langkah yang dilakukan oleh team medis Puskesmas Umalulu dalam penanganan terkait dengan pasien yang menjadi korban meninggal dunia atas nama MIRA DARA HAE, A.Ma.Kep dan banyi yang dikandungnya dan inilah komentar mereka : 

* KAPUS UMALULU, YUNUS TOLA MASE, S.KM menurutnya, ia akan menindak tegas apa bila ada petugas medis Puskesmas yang dipimpinnya, melakukan tindakan yang merugikan pihak pasien atau masyarakat, dan ia memfasilitasi pertemuan antara petugas kesehatan, mulai dari dokter, bidan yang bertugas yang melayani pasien saat ia berobat di Puskesmas Umalulu, sampai menjadi korban meninggal atas nama MIRA DARA HAE, AMa.Kep dan banyi yang dikandungnya untuk memberikan penjelasan secara detail kepada media terkait hasil kerjanya mulai dari bidan desa yang menangani awal hingga kepada dokter yang menangani langsung pasien tersebut :

1. Bidan Desa Matawai Atu, AGUSTINA LAPPA BANI menyatakan bahwa, setelah saya mendapat telepon dari orang tuanya MIRA DARA HAE, Bahwa anaknya dalam keadaan sakit muntah-muntah, Sebanyak 2 kali saya segera ke rumahnya, dan setelah saya tensi 100/60 mm hg, dan karena pasien mengeluh sakit kepala dan muntah muntah, saya mengajak mereka ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut, dan jam 13.00 kami tiba di Puskesmas, saya langsung over ke bidan yang bertugas di Puskesmas, karena saya bukan tugas di puskesmas mainkan bidan desa.

2. Bidan Modesta N Pukan, Pasien tiba di puskesmas pukul 13.00 Wita dan kami lakukan pemeriksaan lanjutan dan laporkan ke dokter jaga Dengan via telepon dan mendapat instruksi dari dokter via telepon juga untuk dikasih obat asam mefenamat Asam Satu tablet, setelah Itu diberikan kepada Pasien dan menjelaskan kepada pasien kalau dari hasil pemeriksaannya normal, " Ibu menanti saja, sedikit lagi Ibu dokter datang". Jam 13.45 masih kontrol tensi normal 100/60 mm hg dan jam 14.15 Wita saya over jaga.

3. BIDAN MELYN E. PARERA, 14.15 Wita saya tensi masih normal 110/60 mm hg, dan masih bincang-bincang dengan pasien karena pasien masih bisa ngomong, Dan saya tanya apa sudah dikasih obat sama ibu dokter dan dijawab sudah 1 biji Asam Mefenamat, dan Pukul 16.00 WITA saya telepon dokter dan dokter datang memeriksa pasien (pemeriksaan langsung oleh dokter), dan setelah pulang dari memeriksa pasien Ibu Dokter menulis 100 dan tulisannya ada instruksi untuk pemasangan infus karena lihat dari keadaannya kurang makan dan minum dan saya pasang sudah infus dan saya langsung pulang karena sudah over jaga

4. dr. ELEN YUWONO, saya datang kemudian karena saya juga ikut Konservasi dan pasien juga sementara dikasih obat. Sementara menunggu efek kerjanya obat, saya tanya pasien Apakah pusingnya sudah berkurang dan dijawab bahwa kepalanya masih pusing dan selama di puskesmas dia tidak pernah muntah, dan saya intruksikan kebidan supaya Pasang infus dan sempat dibilang dehidrasi atau kekurangan cairan;
- Tidak ada tanda-tanda dehidrasi dari awal pemeriksaan, dan pemeriksaan tensi nadi dll, normal
- tidak ada gejala kejang-kejang
- tidak ada orang yang muntah sekali atau dua kali dinyatakan dehidrasi dan Pasang infus atau harus opname, Memang pertama bidan bilang Pasang infus karena ,muntah-muntah tapi kita yang menilai.
Secara kasat mata pasien ini masih sadar, dia tidak sampai dehidrasi berat kemudian kita melakukan pemeriksaan fisik dia di tensi masih normal 100/60 mm hg, nadi pada orang dehidrasi denyut nadinya cepat, RR atau pernapasan Masih normal, singkat kata dari semua pemeriksaan baik yang dilakukan oleh bidan desa bidan di rumah sakit dan dokter pasien dalam keadaan normal dan saya mengintruksikan pemasangan infus bukan karena ada tanda dehidrasi tapi karena saya tahu resiko kurang makan dan minum dan muntah. 

* Ketika ditanya, kenapa dari hasil pemeriksaan bidan dan dokter bahwa semua hasil pemeriksaan di kategori normal, kok pasiennya bisa meninggal?, dan dijawab oleh dokter ELEN YUWONO, Kematian ibu hamil ada dua penyebab yaitu Penyebab langsung dan tidak langsung; Penyebab langsung karena faktor kehamilan atau saat proses kehamilan sedangkan kematian ibu ini (ibu Mira Hae) adalah penyebab tidak langsung
Penyakit penyerta yang dapat diderita Ibu ini dalam kasus ini saya menilai ada kemungkinan peningkatan tekanan darah di dalam kepala bisa karena pecah pembuluh darah di kepala atau karena murni ada kelainan pembuluh darah, yang kejadian cepat yang tidak bisa kami prediksi dan tidak bisa kita hindari.

* Penilaian ini ada setelah korban meninggal atau sebelum korban meninggal?
dokter Elen; Bukan setelah meninggal tapi karena pasien keluhan pusing dan Langsung tidak sadar diri dalam waktu 5 menit saja dan setelah jam 04.00 pagi dia pusing lagi dan pusing yang lebih hebat dan ada sesuatu di kepalanya (dalam otak) dalam waktu begitu cepat meninggal, menurut penghitungan saya karena kelainan pembuluh darah ada sesuatu di kepala yang kita tidak tahu kecuali melakukan pemeriksaan lanjut ke Rumah Sakit.

* Apakah ada kendala di Puskesmas terkait keterbatasan alat dan lain sebagainya sehingga terjadi pasien meningal dunia? 
dokter Elen ; Untuk fasilitas tingkat 1 Puskesmas masih cukup dan kalau kita tidak mampu kita dianjurkan rujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap

* Apakah tidak ada tindakan penyelamatan terhadap bayi karena hanya menunggu hari lahirnya saja?
dokter Elen; Tidak bisa karena itu harus dioperasi

* Ini sama halnya puskesmas masih kurang memadai dalam sisi peralatan dan tenaga dokter ahli dalam bidangnya

* Kabid Kesehatan Masyarakat I Gede Suteja; Mudah mudahan dengan adanya kasus kematian ibu dan bayi ini ada peningkatan dari Puskesmas menjadi Rumah Sakit, sehingga dapat mempermudah pelayanan terhadap masyarakat.
Singkat kata, inilah hasil konfirmasi dari pihak kami terhadap pihak Puskesmas Umalulu, dan biarlah publik yang membuat penilaian sendiri...

Profil Sumba Pembaharuan

Sumba Pembaharuan

hi ....

Web Master dari Erdo.wgp@gmail.com

Jl. H. R. Horo 22 Matawai Waingapu Sumba Timur NTT

Hubungi kami di 0823 4014 5111


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook